Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner   
 photo ezgif.com-resize_zpsepqxvkoj.gif

Postingan Populer

Uruguay Ungguli Russia 2-0 di Babak Pertama


Sepak Bola - Uruguay menutup babak pertama laga di Grup A Piala Dunia 2018 dengan keunggulan 2-0 atas Russia. Sementara itu, salah satu pemain Russia mendapat kartu merah.

Pertandingan di Samara Arena, Senin (25/6/2018) malam WIB, memperebutkan status juara grup. Uruguay dan Rusia sudah sama-sama memastikan tiket ke babak 16 besar.

Pertandingan berjalan cukup terbuka di menit-menit awal. Kedua tim bergantian melancarkan serangan.

Uruguay pada akhirnya unggul 2-0 saat turun minum. Gol dari Luis Suarez dan gol bunuh diri Denis Cheryshev membawa Uruguay memimpin.

Uruguay mendapatkan peluang pertama lewat tembakan Matias Vecino dari luar kotak penalti. Namun sepakan Vecino masih menyamping dari gawang Rusia.

Di menit ke-10, Uruguay mendapat tendangan bebas tepat di depan kotak penalti menyusul pelanggaran Yuri Gazinskiy terhadap Rodrigo Bentancur. Luis Suarez bersiap mengeksekusi bola.

Suarez dengan cerdik melepaskan tendangan menyusur tanah yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang Madrid. Bola tak mampu dijangkau oleh Igor Akinfeev dan Uruguay unggul 1-0 atas Rusia.

Rusia langsung merespons. Umpan sundulan Artem Dzyuba langsung disambar oleh Denis Cheryshev. Namun Fernando Muslera masih sigap menepis bola.

Meski sudah kebobolan, Russia masih terlihat percaya diri. Mereka masih berupaya mencetak gol balapas. Namun Russia justru kembali kebobolan di menit ke-23.

Berawal dari sebuah sepak pojok untuk Uruguay, bola yang dihalau jatuh ke kaki Diego Laxalt. Laxalt yang ada di luar kotak penalti kemudian melepaskan tembakan. Sial bagi Rusia, bola membentur Cheryshev dan berbelok. Akinfeev tak mampu mengantisipasinya.

Uruguay terus melancarkan tekanan dan hampir menambah gol. Tendangan Bentancur diblok oleh Akinfeev. Bola liar kemudian langsung dibuang oleh bek Rusia.

Di menit ke-36, Russia harus kehilangan salah satu pemainnya. Igor Smolnikov diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua menyusul pelanggaran terhadap Laxalt.

Unggul jumlah pemain, Uruguay pun mengendalikan permainan. Namun tak ada peluang bersih yang mereka ciptakan lagi di sisa waktu babak pertama.

Susunan Pemain

Uruguay: Muslera, Caceres, Godin, Coates, Nandez, Bentancur, Torreira, Vecino, Laxalt, Suarez, Cavani.

Russia: Akinfeev, Smolnikov, Kutepov, Ignashevich, Kudryashov, Zobnin, Gazinsky, Samedov, Cheryshev (Fernandes 38'), Aleksey Miranchuk, Dzyuba.

Suporter Iran Berisik di Luar Hotel Portugal, Ini Reaksi Ronaldo


Sepak Bola - Sekumpulan suporter Iran mencoba mengganggu istirahat tim Portugal dengan membuat suara berisik di luara hotel. Aksi mereka rupanya memancing reaksi dari Crsitiano Ronaldo.

Portugal akan menghadapi Iran pada pertandingan Grup B di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018) dinihari WIB. Kedua tim masih sama-sama berpeluang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Portugal kini menghuni peringkat kedua klasemen dengan perolehan empat poin, berkat hasil imbang 3-3 dengan Spanyol dan kemenangan 1-0 atas Maroko. Sementara itu, Iran duduk di posisi ketiga dengan tiga poin setelah menang 1-0 atas Marokodan kalah 0-1 dari Spanyol.

Iran harus menang atas Portugal untuk lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, Portugal cuma butuh hasil seri untuk lolos.

Mencoba mengganggu persiapan calon lawan timnya, setidaknya 50 orang suporter Iran mendatangi hotel tempat tim Portugal menginap di Saransk, Minggu (24/6/2018) malak waktu setempat. Mereka membuat bunyi-bunyian di luar hotel dengan memakai vuvuzela, terompet dan drum.

Suara yang diciptakan oleh para suporter itu begitu nyaring, sampai-sampai para pemain Portugal mendengarnya dan merasa terganggu. Ronaldo, kapten sekaligus mesin gol Portugal, pun bertindak.

Ronaldo menuju jendela kamar hotel dan memberi kode yang ditunjukan kepada para suporter Iran. Bintang Real Madrid itu meminta para suporter untuk tak berisik karena ia dan rekan-rekan setimnya sedang beristirahat.

Ronaldo akan jadi andalan Portugal untuk membobol gawang Iran. Penyerang berusia 33 tahun itu sudah mengemas empat gol dalam dua laga Piala Dunia 2018.

Prediksi Jerman vs Swedia: Berpotensi Laga Seri


Sepak Bola - Grup F Piala Dunia 2018 akan memainkan pertandingan Jerman vs Swedia. Menilik tren performa kedua tim, laga Die Mannschaft melawan Blagult berpotensi seri.

Pertandingan antara Jerman vs Swedia akan berlangsung di Fisht Olympic Stadium, Minggu (24/6/2018) pukul 01:00 dinihari WIB. Jerman wajib menang agar bisa menjaga peluang bertahan di turnamen di Rusia lebih lama. Hasil kekalahan akan mengirim tim asuhan Joachim Loew itu pulang ke rumah.

Head-to-Head

Jerman dan Swedia mempunyai sejarah rekor pertemuan yang panjang. Mereka sudah 36 kali berhadapan. Jerman menang sebanyak 15 kali, sementara Swedia menang 13 kali. Laga sisanya selesai dengan hasil imbang.

Dalam rentang waktu 2006 hingga 2013, cuma ada lima laga yang mempertemukan Jerman dengan Swedia. Jerman juga unggul agregrat dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Jerman memetik kemenangan dalam laga terakhir, yang selesai dengan banyak gol. Pertemuan di Friends Arena, Solna, pada 16 Oktober 2013, selesai dengan skor akhir 5-3 untuk kemenangan Jerman. Hat-trick Andre Schuerrle membantu Jerman menang di ajang kualifikasi Piala Dunia 2014.

Pemain Kunci

Julian draxler menjadi pemain dengan performa paling bagus saat Jerman kalah melawan Meksiko. Dia mendapatkan nilai paling tinggi dari Whoscored, angkanya 7,72.

Kreativitas Draxler dibutuhkan andai Mesut Oezil masih belum tampil maksimal. Di pertandingan pertama, pemain Arsenal itu tak bisa melepaskan tembakan tepat sasaran. Jerman melepaskan 26 tembakan hanya satu yang ditorehkan Oezil.

Draxler memberi kontribusi yang cukup oke dengan sumbangan 3 umpan kunci yang dilepaskan sepanjang pertandingan. Dia melepaskan 5 tembakan, satu tepat sasaran.

Untuk posisi ujung tombak. Mario Gomez layak mendapatkan kepercayaan. Dia menunjukkan performa yang lebih oke dibandingkan dengan Timo Warner.

Gomez baru bermain di menit ke-85 pada laga melawan Meksiko. Tapi jumlah percobaannya sama dengan Werner yang bermain 85 menit. Gomez mencatatkan tiga shot, satu diantaranya mencapai sasaran. Dengan pengalaman yang dimiliki Gomez, dia layak diberi kepercayaan oleh Joachim Loew menjadi starter saat melawan Serbia.

Sementara kubu Swedia, Andreas Granqvist akan menjadi andalan lagi di lini belakang. Dia solid mengawal pertahanan saat berduet dengan Pontus Jansson, hingga mampu mengisolasi Korea Selatan. Tak ada shot on target yang dicatatkan Taeguk Warrior di pertandingan melawan Swedia.

Granqvist mencatatkan 3 clearance, 2 blok, 2 intersep dan satu gol yang dibukukan lewat titik putih. Dia juga bisa sesekali membantu serangan, saat melawan Korsel melakukan dua tembakan selain penalti, satu tepat sasaran.

Performa Tim

Jerman sedang menurun belakangan ini. Dalam tujuh pertandingan terakhir, tim asuhan Joachim Loew itu cuma menang sekali. Mereka menelan tiga kekalahan dan tiga hasil imbang.

Lini belakang yang rapuh menjadi lubang di jantung pertahanan. Mereka kebobolan sebanyak tujuh gol, dan hanya membukukan satu clean sheet.

Satu masalah dimiliki Loew di lini belakang menatap laga krusial melawan Swedia. Mereka berpeluang tak akan diperkuat Mats Hummels karena mengalami cedera leher saat latihan. Antonio Ruediger sepertinya akan dipercaya

Kinerja sisi serangan juga kurang oke dengan catatan sebanyak enam gol dalam tujuh pertandingan. Sementara itu, Swedia sebenarnya juga tak sedang tampil meyakinkan. Dalam enam pertandingan terakhir, mereka membukukan sebanyak dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

Kemenangan tipis Swedia saat menghadapi Korea Selatan, menjadi pemutus puasa kemenangan dalam empat pertandingan.

Dengan lini depan kedua tim yang belum tajam di laga pertama, ada kemungkinan laga ini berakhir tanpa gol.

Rumah taruhan Eropa memang masih menjagokan Jerman bakal memenangi pertandingan. William Hill memberikan koefisien 4/9 untuk kemenangan Jerman, hasil imbang di koefisien 10/3, dan kemenangan Swedia di koefisien 13/2.

Prediksi Serbia vs Swiss: Bagaimana Hasil Pertemuan Pertama?


Sepak Bola - Serbia dan Swiss akan bertemu di matchday kedua Grup E Piala Dunia 2018. Laga itu menandai perjumpaan pertama kedua tim.

Pertandingan antara Serbia melawan Swiss bakal dilangsungkan di Stadion Kaliningrad, Sabtu (23/6/2018) dinihari WIB. Angka penuh sudah pasti menjadi target masing-masing tim yang memiliki motivasi berbeda itu.

Usai mengalahkan Kosta Rica 1-0 di laga pertama, Serbia akan lolos apabila mampu mengalahkan Swiss. Namun, swiss cukup tricky bagi Alexander Kolarov cs, mengingat suksesnya mengimbangi tim tangguh Brasil 1-1.

Swiss, yang baru mendapatkan satu poin, berharap bisa meraih kemenangan pertamanya atas Serbia demi membuka lebar peluang lolos ke fase knockout. Tim berjuluk Red Crosses itu berupaya menyamai laju terjauhnya dalam dua dekade terakhir Piala Dunia dengan maju hingga babak 16 besar.

Melihat dari materi pemain, Swiss relatif sedikit lebih baik ketmbang Serbia.

Swiss didukung pemain-pemain di level tertinggi macam Roman Buerki, Stephan Lichsteiner, Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri, Valon Behrami. Tim besutan Vladimir Petkovic itu menembus putaran final dengan menjadi runner-up grup di bawah Portugal karena selisih gol saja.

Pada prosesnya, Swiss sempat mengalahkan Portugal 2-0 di Basel. Sekalipun Swiss kalah dari Portugal dengan skor serupa di Da Luz, Lisbon.

Di sisi lain, Serbia memiliki pemain-pemain seperti Kolarov, Nemanja Matic, Adem Ljajic, Dusan Tadic, dan Aleksandar Mitrovic yang bermain di liga lima besar Eropa. Setelah gagal lolos ke Brasil 2014, Serbia secara meyakinkan lolos ke Rusia.

Di bawah arahan Mladen Krstajic, Serbia ke putaran final dengan menjadi juara grup di sesi kualifikasi. Serbia menyisihkan tim-tim potensial lainnya seperti Austria dan Wales.

Kekuatan dan pengalaman yang cenderung berimbang, Serbia dan Swiss cukup realistis untuk berbagi angka. Bagaimana, menurut Anda?

Data dan Fakta Menjelang Pertandingan Denmark vs Australia


Sepak Bola - Denmark dan Australia akan saling berhadapan di matchday kedua Piala Dunia 2018. Ada sejumlah data dan fakta menarik seputar pertandingan tersebut.

Laga Denmark versus Australia akan dilangsungkan di Samara Arena, Kamis (21/6/2018). Kedua tim mendapatkan hasil yang bertolak belakang pada pertandingan pertamanya di Grup C.

Denmark meraih poin penuh setelah mengalahkan Peru 1-0. Sementara itu, Australia belum punya poin karena kalah 1-2 dari Prancis.

Kemenangan pada laga ini akan mendekatkan Denmark dengan babak 16 besar. Sebaliknya, Australia tak boleh kalah lagi demi menjaga peluang lolos.

Berikut ini data dan fakta terkait laga Denmark vs Australia :

• Ini akan menjadi pertemuan keempat antara Denmark dan Australia, tapi baru kali ini kedua tim bertemu di laga kompetitif.

• Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Denmark menang dua kali, sedangkan Australia sekali.

• Denmark baru sekali memenangi dua pertandingan pertamanya di Piala Dunia. Hal itu terjadi pada 1986, penampilan pertama mereka di arena Piala Dunia.

• Tiap kali Denmark memenangi pertandingan pertamanya di Piala Dunia, mereka selalu lolos ke fase knockout. Hal ini terjadi di Piala Dunia 1986, Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2002.

• Denmark tak pernah kalah pada pertandingan keduanya di babak penyisihan grup Piala Dunia (menang dua kali, imbang dua kali).

• Denmark sebelumnya tidak pernah mencatat clean sheet secara beruntun di Piala Dunia.

• Kiper Denmark, Kasper Schmeichel, memegang rekor nasional dengan lima clean sheet secara beruntun.

• Denmark tak kebobolan dalam 534 menit terakhir laga Internasional yang mereka jalani.

• Gelandang serang Denmark, Christian Eriksen, membuat 12 gol dan lima assist dalam 14 pertandingan Internasional terakhirnya.

• Australia selalu kalah dalam empat pertandingan terakhirnya di putaran final Piala Dunia.

• Australia tidak pernah mencatat clean sheet dalam 11 pertandingan terakhirnya di Piala Dunia. Terakhir kali mereka tak kemasukan adalah saat bermain imbang 0-0 dengan Chile di babak penyisihan grup Piala Dunia 1974.

• Australia baru sekali mengalahkan tim Eropa di Piala Dunia, yaitu atas Serbia di Piala Dunia 2010. Selebihnya, mereka imbang sekali dan kalah tujuh kali.

• Australia tak pernah memenangi pertandingan keduanya di babak penyisihan grup Piala Dunia (imbang sekali, kalah tiga kali).

Burger King Minta Maaf Soal Iklan 'Dihamili Pesepakbola'


Sepak Bola - Burger King meminta maaf terhadap iklan di sosial media yang diprotes karena melecehkan wanita. Burger King memberikan hadiah kepada wanita yang dihamili pesepakbola.

Seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (21/06/2018). Selasa lalu Burger King menampilkan iklan berbahasa Rusia yang menawarkan hadiah 3 juta rubel atau US$ 47.000 setara Rp 658 juta (kurs Rp 14.000) dan gratis burger Whoppers seumur hidup kepada wanita yang dihamili pesepakbola yang berlaga di Piala Dunia 2018.

Tak lama setelah mengumumkan iklan tersebut, mereka menariknya karena dikecam protes. Burger King menuliskan pernyataan dan meminta maaf serta telah menghapus semua materi yang terkait dengan promosi. Namun, bukti iklan tersebut sempat disimpan oleh Netizen.


Burger King memang memiliki sejarah yang kurang baik di Rusia. Tahun lalu, restoran cepat saji ini mengolok-olok seorang korban perkosaan remaja dalam iklan.

Burger King juga menampilkan wajah Diana Shurygina, yang diperkosa ketika berusia 16 tahun di sebuah pesta, sebagai bagian dari promo beli satu gratis satu burger.

Bukan hanya di Rusia, di Singapura Burger King juga mengiklankan burger tujuh inci dengan gambar tidak senonoh dan mengarah ke perilaku seks tertentu.

David Beckham Jagokan Inggris vs Argentina di Final Piala Dunia Rusia 2018


Sepak Bola - Mantan Kapten Timnas Inggris, David Beckham, menyebutkan prediksi Piala Dunia 2018. Dia menebak Argentina dan Inggris akan bertemu di partai Final.

Inggris berhasil mengalahkan Tunisia 2-1 pada laga perdana Piala Dunia 2018. Argentina ditahan imbang 1-1 oleh Islandia.

Kedua tim memulai turnamen dengan hasil dan cara berbeda. Tapi, Beckham optimistis Argentina akan kembali ke final seperti empat tahun lalu.

Siapa lawannya? Beckham menjagokan Inggris karena faktor subjektivitas.

"Saya percaya Argentina akan bermain melawan Inggris di final (Piala Dunia 2018). Pilihan saya adalah Inggris untuk memenangi kompetisi. Tapi, itu memperlihatkan saya biasa dan terlalu bergairah akan negara sendiri,"

Beckham sangat senang Inggris bisa menang di laga perdana.Tapi, sosok yang mendapat kartu merah melawan Argentina pada Piala Dunia 1998 tersebut meminta Inggris tidak terbuai.

"Saya senang mereka menang di laga pertama grup. Tapi, Inggris adalah tim muda yang belum banyak pengalaman. Perjalanan mereka di Piala Dunia akan semakin sulit, karena banyaknya tim bagus di turnamen ini," tutur mantan winger itu.

Beckham tampil bersama timnas Inggris pada tiga perhelatan Piala Dunia, yakni 1998, 2002 dan 2006. Pada tiap perhelatan, ia mencetak setidaknya satu gol. Khusus pada 2002, ia membuat satu gol kemenangan Inggris ke gawang Argentina di Sapporo, Jepang.

Performa Lionel Messi Buruk, Karena Timnas Argentina Tidak Membantunya


Sepak Bola - Lionel Messi terus dikritik karena tak kunjung memberi prestasi pada Argentina. Padahal situasi itu terjadi karena Messi tak dapat banyak bantuan dari negaranya.

Mampu memenangkan 32 gelar dan 5 trofi Ballon d'Or dalam 14 musim bersama Barcelona, Messi belum memberi trofi mayor ke Argentina. Capaian terbaiknya adalah medali emas Olimpiade 2008.

Kritikan pada Messi datang kian kuat setelah dia gagal mengantar Argentina menang atas Islandia pada laga pertama Piala Dunia 2018, di mana pada laga tersebut dia gagal mengeksekusi penalti. Jasa Messi mengantar Argentina lolos ke Piala Dunia 2018 seakan hilang begitu saja.

Tentang buruknya penampilan Messi saat berseragam Albicleste, Henan Crespo memberi pembelaan. Messi buruk karena tidak dapat cukup bantuan dari rekan-rekannya dan juga negaranya.

"Kami tidak banyak membantunya. Maksud saya adalah para pelatih, Presiden Federasi dan lain-lain. Sangat disayangkan karena dia adalah pemain terpenting di dunia, dan kami tidak bisa menolongnya. Dia sangat ingin melakukannya (mengangkat Piala Dunia). Messi mungkin merasakan tekanan itu," ungkap Crespo.

"Di Barcelona dia menjadi pemenang sesungguhnya. Tapi, bersama Argentina pemain ini kerap tidak beruntung. Dia adalah salah satu yang terbaik sepanjang sejarah. Jika anda mencintai sepakbola, Anda akan menyukai Messi," tambah dia.

Crespo menilai Messi akan tetap menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa meski tak bisa memenangi Piala Dunia. Sebagaimana Johan Cruyff dan Michel Platini.

"Banyak pemain hebat dalam ingatan kita yang gagal memenangi Piala Dunia. Messi adalah pemain fantastis. Saya sangat senang menontonnya, pun dia seorang yang baik. Dia pantas memenangi Piala Dunia," tutur mantan striker Inter Milan itu.

"Jika berhasil, dia akan menjadi pemain hebat. Tapi, ia akan tetap hebat jika gagal (mengangkat Piala Dunia). Ada berapa banyak pemain hebat yang tak bisa memenangi itu? Saya tak mengingat Johan Cruyff dan Michel Platini melakukannya (memenangi Piala Dunia)," tegas Crespo.

Prestasi terbaik Cruyff adalah runner-up Piala Dunia 1974. Sedangkan Platini hanya mampu menempatkan Prancis di posisi tiga Piala Dunia 1986.

Tidak Ingin Terpeleset Lagi, Brazil Pelajari Kosta Rica Sedetail Mungkin


Sepak Bola - Timnas Brazil ditunggu Kosta Rica di laga kedua. Setelah cuma imbang dengan Swiss, mereka pun mewaspadai benar Kosta Rica di lanjutan Piala Dunia 2018.

Brazil diimbangi Swiss di laga pertama babak Grup E Piala Dunia 2018. Sebiji gol Brazil dibuat oleh Philippe Coutinho.

Dalam laga itu, Neymar, seperti dicatat Whoscored, yang tampil penuh dalam laga itu, membuat empat percobaan dengan dua yang on goal. Dia juga membuat dua keypasses dengan akurasi 86,5 persen dan 79 sentuhan.

Neymar diharapkan tak membuang kesempatan di laga kedua. Brazil akan menghadapi Kosta Rika pada Jumat (22/6/2018) mulai pukul 19:00 WIB.

Neymar sudah berlatih lagi setelah sempat absen dalam latihan Senin (18/6) karena cedera engkel. Sehari kemudian, dia sudah beraltih kendati tak penuh.

Tak hanya ingin seri lagi, Neymar menyebut timnya sudah mengintip detail permainan Kosta Rika.

"Kami berharap bisa tampil lebih bagus ketimbang pertandingan pertama menghadapi Swiss. Kami bertekad untuk meraih kemenangan," kata Neymar.

"Kami harus tampil sebaik mungkin, kami sudah menyimak pergerakan Kosta Rika, meskipun hal terpenting adalah berfokus terhadap permainan kami sendiri," dia menambahkan.

Jerman Menelan Kekalahan di Babak Pertama, Werner Sebut-sebut Spanyol


Sepak Bola - Pemain Jerman Timo Werner menyebut-nyebut Spanyol menyusul kekalahan mengejutkan timnya dari Meksiko di laga awal Piala Dunia 2018.

Juara bertahan Jerman tunduk 0-1 ketika menghadapi Meksiko di Stadion Luzhniki, Minggu (17/6/2018 malam WIB. Satu gol Hirving Lozano dan ketangguhan kiper Guillermo Ochoa memastikan tiga angka buat El Tri di awal gelara Piala Dunia kali ini.

Hasil itu turut memunculkan tanda tanya mengenai kemampuan Jerman mempertahankan gelar juara. Terlebih skuat Joachim Loew itu cuma bisa memenangi satu dari enam laga friendly menjelang perhelatan Piala Dunia 2018.

Pun demikian, Werner yakin benar Die Mannschaft akan bangkit dari kekalahan di laga pertama dan kemudian terus melaju untuk menjadi juara. Spanyol pun tetap bisa menjuarai Piala Dunia 2010, setelah memulai fase grup dengan kekalahan 0-1 dari Swiss.

"Tentu saja kami masih bisa menjuarai Piala Dunia," kata Werner.

"Kami adalah Jerman dan ingin memenangi semua pertandingan, itulah tujuannya. Hal-hal seperti ini (kekalahan) bisa terjadi. Anda kalah tapi harus bangkit sesegera mungkin dan mencari solusi."

"Lebih baik kalah di laga pertama ketimbang di (laga) keempat atau kelima. Spanyol kalah pada laga pertama Piala Dunia di Afrika Selatan dan akhirnya jadi juara. Kini yang harus kami lakukan adalah memenangi laga berikutnya lawan Swedia," tutunya.

Prediksi World Cup 2018 Tunisia vs England: Waspada, Akan Ada Kejutan


Sepak Bola - Tunisia vs Inggris jadi salah satu laga Piala Dunia 2018 hari ini. Di atas  kertas potensi kejutan minim, tapi tren laga-laga awal bikin Inggris harus mewaspadai Tunisia.

Laga Grup G antara Tunisia vs Inggris akan dihelat di Volgograd Arena, Selasa (19/6/2018) dini hari pukul 01:00 WIB. Keduanya terbilang asing satu sama lain karena hanya dua kali berjumpa sebelumnya.

Dua laga itu terjadi pertama pada persahabatan tahun 1990 ketika keduanya bermain imbang 1-1, dan pertemuan kedua di Piala Dunia 1998, saat itu Inggris berhasil menang 2-0.

Secara umum, Inggris tak pernah kalah ketika melawan tim Afrika di Piala Dunia (3 menang dan 3 imbang). Hebatnya, Inggris berhasil membuat 5 clean sheet dari enam laga tersebut.

Meski begitu, The Three Lions tak boleh begitu saja menganggap sebelah mata Tunisia. Melihat banyak unggulan yang terganjal sebelumnya, Inggris patut waspada.

Apalagi, catatan Whoscored, Tunisia sempat memiliki rekor tak terkalahkan dalam 9 laga beruntun sebelum kalah dari Spanyol pada laga persahabatan terakhir. Tunisia pun disebut tidak tampil melawan Spanyol.

Hal ini bisa menjadi modal tersendiri bagi Tunisia untuk melanjutkan tren kejutan di Piala Dunia 2018 kali ini. Apalagi ini adalah pertama kalinya mereka kembali tampil di Piala Dunia sejak 2006.

Rumah-rumah taruhan salah satunya oddschecker, memberi koefiien kemenangan Inggris yang tertinggi 6/13. Dilanjutkan potensi Tunisia menang 17/2, dan peluang imbang 39/11.

Sekedar penginat, di laga-laga awal Piala Dunia 2018 ini lima dari enam tim teratas peringkat FIFA sama-sama gagal menang. Jerman (peringkat 1) kalah, Brazil (peringkat 2) dan Swiss (peringkat 6) berbagi hasil seri, Portugal (peringkat 4) seri, Argentina (Peringkat 5) seri. Tinggal Belgia di jajaran enam besar yang belum memainkan pertandingan pertamanya.

Tidak Merasakan Trauma, Brazil Tatap Piala Dunia 2018 dengan Keyakinan


Sepak Bola - Kekalahan memalukan Brazil di semifinal Piala Dunia 2014 masih segar di ingatan sebagian besar fans sepakbola. Tapi Marcelo menegaskan timnya tidak trauma.

Brasil dibuat patah hati saat jadi tuan rumah di Piala Dunia 2014. Mereka dipermalukan Jerman di semifinal dengan skor telak 1-7. Brasil juga gagal meraih 'hadiah hiburan' setelah dikalahkan Belanda 0-3 dalam perebutan tempat ketiga.

Empat tahun berlalu, Brasil kini disebut-sebut sebagai salah satu favorit di Piala Dunia 2018. Selecao akan memulai langkahnya di Grup E dengan menghadapi Swiss, Senin (18/6/2018) dini hari WIB.

Jelang berlaga lagi di Piala Dunia 2018, Marcelo menegaskan bahwa Brasil tak dihinggapi trauma akan kegagalan empat tahun lalu. Dia menyebut tak ada luka psikologis yang dirasakan timnya akibat kekalahan tersebut.

"Hal-hal seperti ini terjadi dalam sepakbola. Kalau ada trauma, saya mungkin sudah pensiun dari sepakbola," ujar Marcelo seperti dikutip Reuters.

"Tapi tidak ada trauma. Saya punya target dan saya fokus ke sana, saya punya tantangan baru setiap waktu dan Piala Dunia tahun ini adalah salah satunya, seperti juga tidak cedera atau melakukan transisi dari sepakbola klub ke timnas."

"Saya tidak mengingat hal-hal, bahkan yang bagus sekalipun," katanya.

Brasil menyambut Piala Dunia 2018 dengan modal positif. Dalam 21 pertandingan terakhir, Brasil mencatatkan 17 kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kali kalah.

Menurut pelatih Brasil, Tite, catatan tersebut memberi timnya ketenangan batin jelang bertarung di Piala Dunia 2018.

"Saya hanya fokus ke hal-hal penting. Ada ketenangan batin yang sudah kami bangun," ucap Tite.

 
Copyright © 2014 BeritaPeristiwa. All Rights Reserved. Powered by Berita Peristiwa
Template by Creating Website and Berita Peristiwa