Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner   
Home » , » Mengapa Planet Bisa Berbentuk Bulat?

Mengapa Planet Bisa Berbentuk Bulat?

Posted by BeritaPeristiwa on Sabtu, 30 Desember 2017


News - Lelah mendengar teori flat earth dan hollow earth, namun bingung untuk menjelaskan kebenaran bentuk Bumi yang sebenarnya pada mereka? Penjelasan berikut bisa membantu.

Delapan planet yang terdapat di sistem tata surya memiliki banyak perbedaan, mulai dari ukuran hingga jaraknya masing-masing dengan Matahari.

Meskipun begitu, ada satu persamaan identik dari semua planet tersebut, yaitu bentuknya yang bulat, bukan datar maupun berongga seperti bunyi teori-teori konspirasi yang kerap mengema sepanjang 2017.

Satu hal yang dapat menyebabkan bentuk dari planet-planet tersebut menjadi bulat adalah proses pembentukan objek-objek antariksa itu sendiri.

Planet terbentuk saat material-material di luar angkasa mulai bertumbukkan satu sama lain hingga akhirnya membentuk sebuah gumpalan. Setelahnya, gravitasi memegang peranan penting untuk menjaganya tetap bersatu di antariksa.


Tidak hanya itu, saat gumpalan tersebut sudah cukup besar, maka calon planet ini akan membersihkan jalur orbitnya terhadap bintang yang dikelilinginya dengan bantuan gaya gravitasi.

Gaya ini sendiri menarik dari pusat planet ke segala sisi dengan besaran daya yang sama. Hal tersebut yang membuat bentuk setiap planet menjadi mirip bola.

Tidak Semua Bulat Sempurna

Meskipun proses pembentukan planet-planet di dalam sistem tata surya serupa, beberapa memiliki bentuk yang lebih bulat layaknya kelereng, seperti Merkurius dan Venus. Di samping itu, Saturnus dan Jupiter memiliki bagian khatulistiwa yang sedikit lebih menonjol dibanding planet lain.

Hal itu disebabkan oleh perputaran kedua planet tersebut di porosnya masing-masing. Saat sebuah benda melakukan rotasi, baik planet, roda, DVD, maupun kipas angin, sisi terluarnya harus bergerak lebih cepat karena jarak tempuh yang lebih jauh untuk menjaga keseimbangan.


Saturnus menjadi planet dengan tonjolan terbesar di sistem tata surya dengan persentase ketebalan 10,7%, disusul Jupiter dengan angka 6,9%. Hal ini juga menyebabkan perbandingan panjang diameter yang diukur dari kedua kutub dengan garis khatulistiwa berbeda cukup jauh.

Untungnya, Bumi memiliki ukuran yang cenderung kecil, dan berputar tidak lebih cepat dari dua humpalan gas raksasa tersebut. Walaupun Bumi tidak bisa dikatakan bulat sempurna, namun tingkat tonjolan yang dimilikinya hanya 0,3%, paling rendah dibanding planet-planet lain di tata surya.

Di tempat kedua, muncul nama Mars dengan tingkat ketebalan di bagian tengah sebesar 0,6%, lalu menyusul Neptunus serta Uranus yang masing-masing mencatatkan persentase 1,7% dan 2,3%.


SHARE :
CB Blogger

1 komentar:

Unknown 31 Desember 2017 11.55

Kami dari asiadominoqqnet , menyediakan 7 permainan Poker Online seperti :
– Poker
– Domino
– Capsa susun
– Adu Q
– Bandar Q
– Bandar Poker
– Sakong

Dengan bonus menarik:
– Promo bonus Turnover 0.3% setiap hari
– Promo bonus refferal 20%

Info lebih lanjut hubungi
Kontak ASIADOMINOQQ
BBM = D86C03A1
LINE = asiadominoqq
WECHAT = asiadominoqq
WA = +85592985424
EMAIL – asiadominoqq@GMAIL.COM
atau bisa ke LIVECHAT kami yang online 24jam

Agen domino
BandarQ
Domino 99
Domino QQ
Agen Poker
Bandar Poker
Agen Judi QQ

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 BeritaPeristiwa. All Rights Reserved. Powered by Berita Peristiwa
Template by Creating Website and Berita Peristiwa